Tong lindi, itulah nama alat yang digunakan oleh warga Bojanegara untuk mengolah sampah organik, khususnya dari sisa sampah dapur menjadi pupuk organik cair (POC). Sebuah alat sederhana yang dibuat dari ember atau tong plastik lainya, yang penting tidak bocor dan bertutup. Alat ini bisa dibuat sendiri dengan biaya murah karena hanya dibutuhkan bahan berupa ember, kran, lem dan bambu/saringan.Tong Lindi

Banyak keuntungan dengan alat ini, disamping murah ternyata juga mampu untuk mengatasi masalah sampah dapur yang sifatnya organik / bisa busuk. Hal lain adalah bahwa ternyata dari alat ini juga dihasilkan “magot”, kalau bahasa Mbojenya itu belatung yang memiliki kandungan protein tinggi. Menurut penelitian kandungan proteinya lebih dari 60 % dan sangat bagus untuk pakan ternak, terutama untuk pakan ikan. Dibanding pelet jelas jauh karena pelet kandungan proteinya maksimal hanya 40%. Dengan hal demikian kenapa ada yang tidak tertarik membuatnya, padahal 1 alat memiliki banyak manfaat.

Ternyata alasan tidak tertarik menggunakan alat ini adalah karena rasa takutnya kepada belatung tadi, jadi lebih suka menggunakan komposter untuk membuat pupuk padat saja, juga tidak terlalu repot dalam prosesnya, hanya memasukan sampah dan menunggu jadi pupuk. Itu juga bagus, yang penting selalu siap untuk mengelola sampah dari rumah tangga mereka sendiri.

Pupuk cair yang dihasilkan oleh Tong Lindi ini sifatnya masih sangat keras, sehingga dalam mengaplikasikan ke tanaman juga harus dengan dosis yang jelas, karena jika asal-asalan bukannya tanaman jadi tambah subur, tapi justru akan mati. Dosis tepat untuk setiap jenis tanaman yang kita berikan Lindi ini akan meningkatkan kesuburan tanaman. Lindi juga bisa diaplikasikan untuk semua jenis tanamana, baik sayuran, buah atau tanaman tahunan. Silahkan coba sendiri dan buktikan, baru kita percaya.

Bagikan Berita