Bulan Suro dikalangan masyarakat jawa sudah menjadi tradisi untuk melakukan ritual-ritual tertentu yang pada intinya adalah sebuah bentuk pensucian jiwa / diri sekaligus upaya permohonan kepada Tuhan agar selalu mendapatkan perlindungan dan petunjuknya, sehingga diharapkan akan terjadi perubahan menjadi lebih baik, hasil tani melimpah dan keberuntungan lainnya.

Bojanegara punĀ  tak mau ketinggalan, ada yang menyambut bulan suro dengan membuat panggung hiburan bersama, ada yang melakukan ritul dengan berpuasa serta mandi malam. Yang jelas semua berjalan sendiri sesuai dengan apa yang diyakininya, baik secara pribadi maupun secara umum. Dengan swadaya warga semua kebutuhan untuk menggelar wayang kulit bisa terlaksana.

RW III atau Dusun Melikan semalam atau tepatnya tgl 28 Oktober malam, mengadakan ruwat bumi dengan menggelar hiburan wayang kulit. Dalang yang diperguanakan adalah Ki Saeful Hadiyono dari Selagara Madukara. Pagelaran siang dimulai jam 13.00 sampai jam 17.30 WIB. Dalam kidung ruwat terlihat sngat khidmat, dan berubah menjadi hiruk pikuk setelah selesai dan terjadi saling rebut air kidung, janur kuning, tebu ireng dll. Pentas dilanjutkan mulai jam 21.30 WIB setelah acara sambutan sambutan. Malam itu yang kebagian untuk sambutan adalah ketua panitia, kadus III, P.Udin (angg dewan kab.banjarnegara) serta Kepala Desa Bojanegara.

Tepat jam 04.45 WIB pagelaran wayang usai. Mudah-mudah permohonan warga Bojanegara dikabulkan Allah swt. Amiin

Bagikan Berita