Usai sudah pelaksanaan Pil-Leg tahun ini. Meskipun panitia harus lembur sampai tengah malam namun suasana tetap aja ceria, dalam kecapaian masih ada canda ceria antar sesam panitia pemilihan di setiap TPS. Tentunya dengan cerita dan kejadian lucu yang terjadi di TPS masing-masing, ataupun salah menghitung dan memasukan data karena kondisi yang cukup lelah. Di cek akhir TPS sudah yakin merasa benar, tetapi saat sampai PPS ternyata salah.

Tidak ada ketegangan sama sekali di wajah-wajah para pemilih, karena mereka tidak punya beban apapun selain menjalankan kewajiban selaku warga negara, atau karena sudah menjadi sesuatu yang biasa, atau lagi karena sudah dpat uang saku dari CALEG, hanya mereka yang tahu. Yang tegang justru orang-orang yang punya tugas mencari masa atau para gogol. Sudah susah-susah sosialisasi bahkan memberi uang saku ternyata hasilnya jauh dari target. Dan ternyata itu benar, banyak Caleg yang sudah berkorban banyak dengan uang ternyata hasilnya jauh sekali dari target.

Disisi lain pemilih juga bisa dengan santainya memilih calon hanya karena membaca nama, karena perempuan dsb. Terutama untuk DPR RI banyak pemilih yang asal memilih, prinsipnya dari pada kosong ya sesukanya dicblos, yang penting isi. Ada yang gak mau pusing – pusing coblos gambarnya saja, yang penting PDI, yang penting Golkar dll. Gak apa lah yang penting tidak GOLPUT, dan kondisi aman, kondusif.

Bagikan Berita