Mengoptimalkan kerja perangkat di lingkungan RT dengan “ngewongna Pengurus RT” ternyata memberi dampak yang baik dalam pelaksanaan kerja pemeritah desa secara umum. Keterlibatan dan kebebasan menjalankan program / otonomi RT yang disertai dengan keterbukaan aparat desa pada akhirnya dapat menciptakan keharmonisan, keseriusan kerja dalam tujuan umum untuk kemajuan masyarakat.

RT dengan segala pengurus dan tetek bengeknya, mampu berperan maksimal dan memberi kontribusi bagi kemajuan desa, contohnya :

  • Swadaya masyarakat tumbuh dan berkembang seiring dengan upaya memajukan wilayah RT masing-masing, dengan dukungan stimulan dari   pemdes.
  • PPB yang pada hakekatnya adalah sebuah kewajiban membayar, ditangan RT mampu memunculkan swadaya yang bisa dijadikan sebagai PAD RT
  • RT semakin bisa memahami bahwa kebutuhan mereka adalah tanggung jawab yang harus diselesaikannya.
  • Pengurus RT bukan lagi menjadi sebuah pekerjaan tabu yang selalu dihindari

Hal – hal demikian di atas bukan hanya sebuah cerita, namun akan “maujud” menjadi kenyataan jika ada kemauan dan kesediaan dari aparat desa untuk selalu terbuka. Perangkat harus mau menerangkan dengan jujur, apa dan bagaimana PBB itu, seperti apa atau apa yang dimiliki oleh desa.

Ini adalah sekilas bagaimana otonomi RT yang didukung dengan keterbukaan aparat desa mampu menciptakan iklim kerja yang nyaman dan bergerak dinamis.

 

Bagikan Berita