Inilah salah satu suasana disepanjang jalan salah satu jalan utama desa, tepatnya di jalan uatama RW II, tampak hijau dan asri dengan tanaman sayuran menghias halaman rumah warga. Dari yang ditanam dalam polibag atau yang merambat di plengkung dari bambu atau besi, dari sayur jenis sawi-sawian, selada sampai tanaman merambat seperti pare, gambas dan kacang panjang. Yang pasti menyejukan saat memandangnya.

Bukan bagian dari upaya menghadapi lomba kemarin saja, akan tetapi sudah menjadi budaya dan kebutuhan warga untuk selalu mengkonsumsi sayuran yang sehat, seyuran organik yang ditanam sendiri. Disisi lain juga akan mengurangi pengeluaran harian untuk membeli sayuran, sehingga bisa dimanfaatkan untuk keperluan yang lain. Dan kalau kita lihat dari sisi ibadah, juga merupakan ibadah yang kita jalankan tanpa terasa, karena kondisi dan situasi hijau dan asri akan memberikan kesenangan bagi siapapun yang melihatnya, padahal membuat orang senang adalah bukan hal mudah untuk dilakukan.

Nah, dengan demikian menanam sayuran dihalaman disamping akan memberi dampak sehat, dampak ekonomi juga memiliki nilai ibadah yang tinggi, apalagi jika mereka yang melihat kemudian meniru di rumah sendiri, maka kita akan mendpatkan berkah dari ilmu yang bermanfaat, begitu kata pak kyai. Semoga saja.

Bagikan Berita