Sampah organik rumah tangga sebagai material buangan ternyata dapat dimanfaatkan sebgai sarana penyubur tanaman/pupuk organik. Dengan proses fermentasi sederhana dari bahan lokal seperti tempe, buah dan bumbu dapur yang difermentasi mampu menghasilkan pupuk cair atau lindi, yang bermanfaat bagi tanaman.

Dengan komposisi yang mudah dan irit pemakaian dapat menghasilkan tanaman yang subur serta sehat, dibarengi dengan upaya pencegahan hama tanaman dari pestisida nabati bahan lokal seperti daun suren, buah maja, akar tuba.

Kegiatan tersebut telah diupayakan secara maksimal pada tanaman sayuran dengan memberdayaan ibu – ibu rumah tangga yang domotori oleh Kelompok Wanita Tani, Gapoktan, Posyandu dan PKK.

Beberapa jenis sayuran yang telah ditanam adalah : bayam, kangkung, caesim, kol, tomat, terung, sawi, mentimun, melon, kocai, wortel, bawang merah, seledri, cabai, kacang panjang dan pare, padi dan tanaman obat seperti jahe, tempuyung, markisa, kunyit puti, katarak/raja theleng,  saerah

Saat ini sedang dikembangkan bayam merah, padi merah dan padi hitam organik.

Secara rutin setiap bulan dilakukan evaluasi dan diskusi dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan laporan hasil uji coba penggunaan pupuk organik mapun pestisida nabati, dengan tujuan bisa ditemukan dosis yang pas untuk kebutuhan masing- masing tanaman.

GO ORGANIK BOJANEGARA…..menuju hidup sehat dan bersih.

Bagikan Berita