Pelayanan publik di Kantor Kepala Desa Bojanegara akan gunakan sistem informasi desa untuk mempercepat dan mempermudah layanan warga. Sistem bernama Mitra Desa ber kode Lumbungku Data yang dikembangan oleh ICT Lab milik Infest Yogyakarta ini merupakan basis data pemerintah desa yang berisi data kependudukan, pertanahan, inventarisasi, korespondensi surat, buruh migran dan sistem survey kemiskinan. Sebagai sistem layanan publik Mitra Desa juga berfungsi untuk pelayanan warga berupa surat-menyurat dan pencatatan peristiwa lahir, mati dan migrasi.

“Aplikasi seperti ini sebaiknya wajib dimiliki oleh seluruh desa di Banjarnegara, apalagi tuntutan jaman dan kebutuhan data yang kian komplek termasuk bersiap dengan implementasi UU Desa beberapa saat lagi,” tutur Kukuh Harsono (Kades Bojanegara) di sela-sela pelatihan tata kelola aplikasi Mitra Desa yang di selenggarakan Pokja Desa Mandiri dan Bappeda Banjarnegara.

Sistem Mitra Desa sendiri dapat diperoleh oleh semua desa secara cuma-cuma, hanya membayar komitmen :

  1. Kemandirian Teknologi, termasuk menggunakan sistem operasi komputer legal dan sumber kode terbuka.
  2. Transparansi Publik dan pengarusutamaaan potensi Desa
  3. Pelayanan Publik Prima
  4. Bersama mengawal pengetahuan tentang tata kelola pemerintahan yang baik dan kemandirian Desa

Diharapkan dengan menggunakan basis data yang aktual pola perencanaan pembangunan desa kedepan menjadi lebih terarah dengan konsep ‘perencanaan pembangunan berbasis data‘.

Bagikan Berita